hebohnya java rock in land

Ancol, Warta Kota

Hanya dengan persiapan 1,5 bulan Java Festival Production (JFP) menggelar Festival Rock terbesar di Asia Tenggara yakni Java Rockin’land 2009 yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta.

“Ide ini sudah dari setahun yang lalu, ide ini muncul dari anaknya Pak Peter F Gontha yang punya Java, mulai diomongin setelah acara Java Jazz. Lalu kami (JFP) sepakat untuk menjalankan ide ini, kita jalan, walaupun hanya dengan persiapan 1,5 bulan. Emang gokil, tapi kita sudah mantap, jadi tunggu apa lagi,” ujar Widyasena Sumadio, public relations Java Rockin’land 2009.

Acara ini menyediakan tujuh panggung, tiga di antaranya panggung utama. Hari pertama acara ini diisi oleh band rock asal luar dan dalam negeri bahkan band-band indie di antaranya Melee, Vertical Horizon, Andra and the Backbone, yang tampil dipanggung utama, Gudang Garam Intermusic Stage lalu Naif, Netral, Alexa, J-Rock, Seringai, Sajanka Cut dan masih banyak lagi.

Pada hari kedua yang tampil di panggung utama adalah Mr.Big, Secondhand Serenade, /Rif dan hari ketiga panggung utama akan diisi oleh Slank, Mew, dan Third Eye Blind.

Ada alasan khusus mengapa JFP memilih band-band Rock seperti Vertical Horizon dan Melee. “Sebenarnya ada banyak band luar yang kita minta untuk datang, tapi kita bentrok dengan salah satu production di Jepang, karena waktunya sama, jadi mereka lebih memilih yang dekat, ya Jepang. Selain itu juga soal angka, band seperti Radiohead, Oasis mahal banget. Rata-rata harga artis paling tinggi tuh band rock, baru R n B and Hip Hop, lalu jazz,” tutur Widyasena.

Menurut Widyasena, ketika diwawancarai oleh Warta Kota semalam, acara ini bertujuan agar masyarakat Indonesia yang mencintai music rock dan tidak perlu jauh-jauh keluar negeri, karena mereka dapat menikmatinya di sini.

“Kenapa kita mesti keluar negri, kita ini pangsa pasarnya banyak, kenapa engga mereka yang kesini. selain itu, acara ini merupakan ajang kesempatan kasih lihat, terutama untuk band-band Rock Indie, karena yang datang nggak cuma penonton tapi juga produser dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Mereka bisa lihat, kalau mereka tertarik dan buat acara seperti ini pemain Indonesia bisa diundang," ujarnya.

Pascaaksi pengeboman dua hotel yang terjadi, rupanya ini tidak melunturkan semangat Band-band Rock asal luar negeri untuk tampil di Indonesia. Terbukti mereka terlihat sangat antusias dan energik saat tampil.

"Mereka (Melee, Vertical Horizon) tidak takut untuk datang ke Indonesia, malah mereka sangat semangat untuk tampil, karena bom bisa terjadi dimana saja bahkan di negara asal mereka katanya,” ungkap Widyasena.

Melee pada saat Konferensi Pers sendiri mengaku sangat ingin datang ke Indonesia. Dengan membawakan 14 lagu. Mereka akan nge-rap, menari bahkan akan tersenyum untuk menghibur Indonesia yang sedang bersedih pasca insiden pengeboman lalu.

Tentu hal ini didasari oleh pengamanan yang baik dan ketat, 600 pasukan dari Kepolisian tetap telah disediakan JFP ditambah 250 sekuriti dari Rajawali, mengingat yang datang diperkirakan lebih dari 32.0000 orang memadati Pantai Carnaval Ancol, Jakarta.

Pengunjung yang datang pun terlihat begitu antusias, ada yang memakai kostum ala rocker, berjalan mengelilingi dari panggung ke panggung dan tentunya acara ini semakin malam akan semakin ramai dipadati oleh pengunjung dari dalam dan luar negri.

Salah satu pengunjung, Diana (44) yang berpakaian ala lady rocker ini mengaku sangat senang dengan music rock, ia ingin melihat band rock kesukaannya tampil. “Suka banget sama jenis music rock, dan aku mau lihat band kesukaanku Sanjaka Cut tampil,” ujarnya

Selain panggung demi panggung acara ini juga dimeriahkan oleh stand-stand seperti Disctarra, minuman Jack Daniel’s, Rolling Stone Magazine, Prambors, League, dan masih banyak lagi

Widyasena Sumadio berharap acara Java Rockin’land yang pertama ini dapat menjadi acara tahunan yang rutin diadakan di Tanah Air.

Festival musik yang didukung Gudang Garam International itu pada hari pertama dimulai tepat pukul 16.00 dengan aksi panggung Candil & Friends di Magma Stage. Namun, sepanjang pantauan Kompas.com, di Magma Stage, yang terletak tak jauh dari gerbang masuk ke area Rockin'Land, aksi Candil & Friends ternyata kurang mendapat perhatian pengunjung. Mereka hanya menyaksikan sejenak saja lalu pergi.

Padahal, kali ini, Candil, yang sedang menjajaki karier solo, tampil cukup memukau dengan membawakan lagu-lagu dari beberapa band rock legendaris luar negeri, sebut saja Kiss, Led Zeppelin, dan Deep Purple. Tak ketinggalan, ia juga menyajikan lagu Musik Jazz dari band yang pernah menaunginya, Seurieus.

Sementara itu, di panggung lainnya, Segarra Stage, yang tak jauh dari Magma Stage, grup Alexa, yang digawangi Aqi (vokal), Satrio (gitar), Jmono (gitar), Rizki (bas), dan Fajar (drum), tampil lebih cadas dari biasanya.

Atmosfer penonton Segarra Stage pun lebih hidup dibandingkan dengan di Magma Stage. Para Alexis (penggemar Alexa) hingga pesinetron dan bintang iklan Putri Titian tampak menikmati single-single andalan Alexa yang dikemas dengan sentuhan rock. (Dwy/Kompas.com)


~ Jumat, 14 Agustus 2009 0 komentar

INTERMUSIC JAVA rock in land

Are you ready to rock? Catat tanggalnya, 7, 8 dan 9 Agustus 2009, bertempat di Pantai Carnaval Ancol, nama festival rock berskala internasionalnya : “Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land 2009”.


Setelah sukses dengan Jakarta International Java Jazz Festival dan Jakarta International Java Soulnation Festival, dengan didukung Gudang Garam International dan Telkomsel Java Festival Production menggelar festival terbarunya. Sebuah festival rock yang akan mengguncang festival musik internasional. Terutama karena langkanya festival musik rock yang berskala internasional di kawasan Asia. Selamat datang di “Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land”.

Termasuk yang pertama mengkonfirmasi kehadirannya di Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land adalah Melee, Secondhand Serenade, Mew, Mr. Big, Vertical Horizon, Joujouka, Renaissance Blvd dan Motherjane.

Dari negeri sendiri, akan ada Seringai, Agrikultur, Purgatory, /rif, Gigi, Netral, Koil, Slank, The Brandals, Anda with The Joints, The Upstairs, The S.I.G.I.T. merupakan beberapa nama yang diharapkan juga bakal meramaikan Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land 2009.

Untuk ‘memanaskan suasana rock’ di Indonesia, Gudang Garam InterMusic sebagai sponsor utama akan mengadakan pre-event, bertajuk “Road to Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land” di 4 kota, yaitu: Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Bandung. Acara “Road to Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land” ini akan diadakan tanggal 25-26 Juli dan 1-2 Agustus 2009. Yang akan berpartisipasi dalam acara pre-event tersebut adalah penampil seperti: /rif, Netral, Anda with the Joints, The Brandals, Burgerkill, The Upstairs, Pure Saturday, Komunal dan Navicula.

Gudang Garam International’s Rock

Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land adalah acara festival musik rock terbesar di Indonesia yang khusus diselenggarakan untuk para PRIA konsumen Gudang Garam International yang modern, sporty, straightforward dan dynamic serta berjiwa maskulin, bisa diandalkan, percaya diri dan ulet.

Gudang Garam InterMusic Java Rockin’land adalah sebuah padanan yang sangat pas bagi semua orang yang ingin merasakan atmosfer dan pengalaman PRIA Gudang Garam Internasional.

Catat namanya, agendakan waktunya, datang ke Gudang Garam InterMusic Java Rockin' Land 2009, 7, 8 dan 9 Agustus 2009 di Pantai Carnaval Ancol. Amplify your lifestyle!

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi www.javarockingland.com

Harga Tiket:

* 23 Juni – 30 Juni 2009
Daily Pass 90,000
3 Day Pass 250,000
* 1 Juli 2009 – 15 Juli 2009
Daily Pass 115,000
3 Day Pass 315,000
* 16 Juli 2009 – 31 Juli 2009
Daily Pass 180,000
3 Day Pass 460,000
* 1 Agustus – 9 Agustus 2009
Daily Pass 230,000
3 Day Pass 575,000

Harga tiket sudah termasuk pajak. Pembelian dapat dilakukan secara ONLINE di
www.javarockingland.com

~ Jumat, 24 Juli 2009 0 komentar

EMO vs PUNK

tentang PUNK, PUNK not DEAD
 not
 PUNK
 Tentang
Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komuitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.

Punk Community
Anarcho Punk
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.
Crust Punk
Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.
Glam Punk
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.
Hard Core Punk
Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.
Nazi Punk
Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.
The Oi
The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.
Queer Core
Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.
Riot Grrrl
Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.
Scum Punk
Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.
The Skate Punk
Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.
Ska Punk
Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.
Punk Fashion
Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.
Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD.!!
Sumber :
http://freemagz.com/index.php?option=com_content&task=view&id=532&Itemid...

BERITA - musik.infogue.com - Emo merupakan jenis musik yang masih serumpun dengan punk. Emo sendiri banyak yang menyebutkan berasal dari kata emotion, emotional, atau emotive.

Selain Story of The Year, band-band asing lainnya yang termasuk kategori beraliran emo yaitu Dashboard Confessional, Finch, The Used, Rufio, Thrice, Silverstein, Brand New, Early November, Good Charlotte, Funeral For A Friend, Matchbox Romance, All American Reject, Ataris, dll. Beberapa dari band tersebut ada yang tidak mau menyebutkan diri mereka sebagai band beraliran emo, mereka lebih suka menyebutkan mereka hanya memainkan musik punk rock dengan sedikit sentuhan pop.

Emo identik dengan musik yang berlirik puitis, melankolis, berarti dalam, mengandung banyak kemarahan dan kesedihan tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri, ditinggal kekasih, hidup yang susah atau tentang keluarga yang broken home. Lirik-lirik tadi biasanya disuarakan dengan teriakan yang keras, yang menggambarkan kesedihan mereka.

Band-band emo banyak menggunakan suara-suara gitar yang kompleks dalam lagu mereka, namun tidak jarang yang hanya menggunakan gitar akustik saja. Dibanding musik punk, musik emo seringkali lebih soft dan lambat, atau musik emo mirip dengan musik pop-punk namun sedikit lebih rumit. Ciri khas dari aliran ini yaitu teriakan atau growl yang keras dari vokalisnya untuk lebih mendapatkan soul emosional dari lagu yang mereka bawakan.

Ada juga yang menyebutkan emo kepanjangan dari emocore. Tapi emocore sendiri sebenarnya bisa dikatakan aliran yang berbeda dengan emo. Emocore merupakan campuran antara emopunk dan hardcore. Mungkin bisa disebut juga musik hardcore dengan lirik yang emosional. A Static Lulaby, Underoath, serta Saosin adalah sedikit dari banyak band yang beraliran emocore.

Dari segi musikalitas, sulit dibedakan antara musik emo dengan emocore. Bahkan jika didengar secara selintas, nyaris nggak ada beda. Jadi agak rancu juga menyebutkan perbedaan emo dengan emocore. Membedakan antara musik emo dengan punk rock juga cukup sulit, akibatnya orang seringkali menjadi bingung untuk membedakan antara emo, punk, dan hardcore. Hal ini dipersulit dengan kebiasaan beberapa band yang nggak hanya memainkan satu jenis musik saja, namun mereka sudah teranjur terikat dengan image suatu jenis musik yang biasa mereka mainkan. Maka bila band tersebut memainkan jenis musik yang berbeda maka tidak jarang orang menjadi bingung dan menganggap jenis musik yang mereka mainkan itu sama. Padahal, sah-sah saja kan bila satu band ingin berganti aliran.

Untuk ukuran lokal, yang banyak memainkan jenis musik emo ini adalah band-band indie, tapi ada beberapa band yang udah masuk major label yang musiknya kental dengan corak emo. Di Bandung, band atau grup musik yang mempunyai aliran dekat dengan emo contohnya adalah Bugskin Bugle, Alone At Last, juga Disconnected.

Emo saat ini sudah menjadi gaya hidup. Gaya anak-anak emo di Amerika disebut emo fag. Di Indonesia sendiri banyak anak muda yang meniru style band-band asing yang beraliran emo, mulai dari dandanan, gaya berpakaian, atau tingkah laku. Gaya anak emo merupakan campuran antara gothic, punk dan genre musik lainnya. Berpakaian ala punk, atau memakai kaos yang bertuliskan nama band, piercing, rambut spiffy dengan mata bermaskara, dan memakai eye liner hitam yang tebal. Untuk aksesori banyak juga yang memakai kacamata yang berframe plastik hitam.



~ Kamis, 14 Mei 2009 0 komentar

LA light indiefest 2009


01 April 2009 - 17:54

Pendaftaran LA Lights Indiefest 2009 Dibuka



Wait no more… for LALIF 2009 has come.
Yak, pendaftaran LA Lights Indiefest 2009 kini telah dibuka. Semua persyaratan pendaftaran sekaligus formulir pendaftaran bisa langsung di-download di sini.


Formulir yang telah dilengkapi bisa langsung diserahkan bersama CD demo ke Dropping point berikut:


Jakarta
Hey Folks!: Jl. Bumi no. 17, Mayestik
Nanonine House: Jl. Tebet Utara Dalam no. 11
Luger Distro: Jl. Raya Taman Galaxy blok A/15B, Bekasi
Info lebih lanjut untuk pendaftaran di Jakarta: 021 9666 2009


Bandung
Riotic Distro: Jl. Sumbawa no. 61
FourtyFive Music Studio & Café: Jl. Pelajar Pejuang no. 45
Info lebih lanjut untuk pendaftaran di Bandung: 022 92828 2009


Jogjakarta
Mailbox Distro: Jl. Gejayan no. 55
Whatever Distro: Jl. Abu Bakar Ali no. 2
Info lebih lanjut untuk pendaftaran di Jogjakarta: 0274 942 2009


Surabaya
Garlick: Jl. Bawean no. 28
Aiola: Jl. Slamet no. 16
Info lebih lanjut untuk pendaftaran di Surabaya: 031 9203 2009


Batas terakhir penyerahan CD demo adalah tanggal 30 April 2009. Seluruh syarat dan peraturan pendaftaran dijelaskan secara rinci dalam formulir pendaftaran. Untuk info lebih lanjut mengenai pendaftaran LA Lights Indiefest 2009 bisa menghubungi Hotline 0812 1888 2009, kirim email ke info2009@lalightsindiefest.com.


~ Selasa, 14 April 2009 0 komentar

BURGER KILL CONCERT

salam metal cuy!!! for malaysian people don't miss it!!!




~ Selasa, 24 Maret 2009 0 komentar

A Journey, for a Symphony X concert...

Sampe jam setengah enam sore hari berikutnya saat ini ditulis, suara masih serak, hampir gak keluar, setelah abis di geber ikut nyanyi ama Russell Allen di malam sebelumnya, saat bertiga dengan David dan Sanz nonton Symphony X.

Sy-X tampil di Bangkok sebagai bagian dari paket tour mereka ke Asia, yg selama Februari ini sayangnya cuman ke China, Thailand, dan Taiwan aja.
Di Bangkok pun, tiket yg dijual tidak banyak. rasanya hanya sekitar 1200 tiket dijual, dengan 200 tiket VIP -dijual dg harga 2200 Bath (660rb rupiah) dan 1000 tiket biasa , 1200bath (360rb rupiah). Sampe siang hari sebelum pertunjukan, tiket VIP ludes, tiket biasa masih ada 750 (berarti cuman laku sekitar 250 tiket, atau total 550-an tiket sama VIP). Beda dengan yg biasa, yg VIP mendapat keuntungan : masuk duluan ke hall, jadi bisa didepan, mendapatkan DVD Sy-X yg berisi video promo dan beberapa video bootleg dari tour2 mereka sebelumnya, dan meet and greed dimana kita bisa ketemu sama anggota band.


Kesibukan nonton show yg berlangsung tgl 20 Feb kemarin itu, buat gw udah mulai berlangsung dari tanggal 19 siang, saat mau njemput tamu2 dari Indonesia yg khusus datang Bangkok buat nonton Sy-X ini : David dan Sanz. Satu langsung dari Jakarta, satunya lagi berangkat dari Singapore via Batam (lha iya memang kerjanya di batam... ). Sayang Andre karena kesibukan ini dan itu gak jadi berangkat, padahal tiket konser juga udah ditangan.


Jam 5 sore H-1, kita lengkap udah bertiga di Swarnabumi airport dan langsung menuju kota, ke hotel. Sampe hotel, beres2 sedikit, kita segera berangkat menuju Paragon, mall terbesar di Bangkok buat .. buat apa ya kemarin, hehehe. Adalah pokoknya. Setelah mata lumayan bersih, kita lanjutkan ke Suan Lum Night Bazar untuk makan malam dan nyari oleh2. Ternyata biar bapak2 (muda) semua, belanja itu tetep memakan waktu lama ya, hahaha. Sekitar jam 10-an baru kita bisa lepas dari situ, lanjut ke tempat nongkrong berikutnya : Rock Pub, yg diluar dugaan gw yg selama 4,5 thn lebih di Bangkok malah gak pernah mampir kesitu, ternyata asyik banget. Datang2 udah disambut dengan Asap diatas Airnya DP, lalu dilanjut dengan Paranoidnya BS, trus Sweet Child O' Mine, dan By the Way RHCP. Canggih emang ini band lokal, ngacau banget range lagu2 yg dibawain. Jeda sebentar gw ama David pindah keluar biar bisa rokokan. SAnz didalem sendirian gak tau ngapain. Udah menjelang tengah malam saat gw ama David memutuskan untuk pulang aja, eh, Bandnya main lagi, dan Sanz malah pengen tinggal. ya sudah.. kita tinggal dulu menyaksikan lagu2 Irma : Run to the Hills dan Number of the beast dibawain. Setelah lagu berikutnya Blackberry (tau deh lagu lawas punya siapa, tapi asyik), kita pulang ke hotel. Gw langsung menuju rumah, siap2 buat jalan2 besoknya.


Hari H, masih jam 7:15 udah di SMS sama SAnz, kalo mereka udah siap. Lhah, gw blom. Akhirnya baru sekitar jam 9 gw sampe ke hotel anak2 dan berangkat menuju Saphan Taksin, stasiun terakhir Sky Train yg terletak di pinggir Kali Chao Phraya, untuk naik Kapal turis menyusui sungai terbesar Thailand tsb (yg kalo kata Sanz, sama Kapuas aja gak sampe separonya).
Kita turun di Wat Arun, temple of teh Dawn untuk liat2 salah satu Temple terbesar Thailand itu, ada yg mau nyari gelang berkah dari monk setempat :). Dari situ, kita rencananya mau ke Grand Palace, tapi yg mau dianter malah pengennya ke toko CD aja... repot memang jalan2 sama anak milis2 musik ini... yg dicari CD mulu... :))


Pergilah kita ke Panthip dimana kita makan siang dan anak2 gw tinggal di sebuah konter CD underground nan kecil tapi koleksinya mengagumkan itu. Untungnya gw gak lama ninggalin mereka disitu untuk Jumatan (gak lama soalnya telat, jadi malah cuman DHuhur, hihihi), jadi David gak kebanyakan lah beli CD nya. Setelah mampir bentar kantor buat ngambil titipan nya Sanz, kita ke supermarket nyari oleh2 lagi, trus balik Hotel jam 4-an buat siap2 pergi ke Venue Sym-X show.


Menjelang jam 5 kita udah berangkat ke Venue yg ternyata masih sepi. Meja merchandise baru mulai dibuka, beberapa CD metal digelar disana, yg gw yakin kalah jauh sama CD yg biasa digelar kalo milis2 ini lagiu ngadain kopdar... :) - lumayan sih, bisa ambil CD nya Sy-X buat tanda tangan nanti - pake yg beli di panthip malah ketinggalan di hotel, huh! SAnz ama David berusaha nemuin panitia untuk meminta kartu Pers biar bisa bawa kamera kedalam, dan berhasil. Nyebelinnya mereka cuman daftar buat 2 orang, huh, mentang2 gw gak kerja di media sama sekali... :P.


Kita masih sempat jalan lagi ke Emporium buat sekali lagi nyari oleh2 Sanz yg blom juga dapet dari tadi siang, hihihi.... sekalian juga makan malem.


Jam tujuh lebih kita sampe kembali ke venue yg memang mirip kelurahan itu. Namanya saja Auditorium. Pridi Banomyong Auditorium. Setelah menunggu beberapa saat, pintu dibuka sekitar jam 7:45-an. Kita langsung ambil posisi didepan panggung yg kecil mungil itu. Melihat sekitar, besarnya venue tsb, lega juga "cuman" 600-an tiket terjual. Kebayang juga kalo sampe seribu orang lebih ada di dalam gedung ini. Kecil banget! Panggungpun juga demikian sederhana, nyaris tanpa ini itu yg berarti. Jam 8-an pertunjukan dibuka oleh band lokal yg cuman terdiri dari 4 orang masing2 pegang drum, bass, gitar , dan keyboard itu. Gw menduga mereka mestinya akan bawain musik2 progmet jg, dan tak salah. Skill anak2 ini bener2 asyik2 banget imho. Setelah dua lagu instrumen, mereka masukin vokalis mereka yg ternyata bule, dan tiap kali ngomong ke penonton pake bhs inggris, diterjemahin sama keyboardisnya, hehehe.


20:50 : Symphony-X


Tepat jam 20:50 waktu setempat, mangalunlah Oculus Ex Inferni sebagai tanda dimulainya show tsb. Diakhir lagu tampak Romeo keluar ke panggung bagian kiri. Penonton menyambutnya dengan teriakan2 bersemangat. Ternyata sedikitnya penonton dan kecilnya venue tidak membuat berkurang kemeriahan show ini.


Segera setelah semua member muncul di panggung, Set The World On Fire membahana. Allen dengan kaosnya yg cool banget bertuliskan "No job, No money, No car, BUT I"M IN A BAND" mengajak penonton bernyanyi di bagian chorusnya yg catchy itu :
Fly with me to scorching sky...
You and I the Lie of Lies.......
karena sebelumnya tidak pernah sedekat itu ke panggung, gw ada di row ke tiga dan bingung antara mesti ngambil photo atau terus lompat2 dan headbanging. Suasana di bagian depan memang lebih asyik ternyata. Bebas. Seru!


Lagu berikutnya My Domination masih dari album terkahir Paradise Lost. Sesudah nekat gak berhenti lompat2 dan headbangin di dua lagu pertama, gw meenyadari sesuatu : kepala pusing. busyeeet.. baru dua lagu. Duh, gawat jg nih. Kepala pun udah basah semua oleh kringet. Hmmm... baiklah, terpaksa di lagu berikutnya Serpent's Kiss gerakan dikurangi, biar pusingnya reda dulu, hehehe.. umur gak bisa dibohongi nih, payah.


Dari lima orang member band Sy-X itu, kalo diliat2, ya memang gak ada yg lompat2 atau muter2 gitar dan segala macam atraksi akrobat lainnya. Biasa saja. Paling Allen yg bergerak dengan gaya khasnya dengan tangan keatas, kebawah, mencengkeram, dlsb menyesuaikan dengan lirik lagu. Biasa deh. Romeo sejals sibuk dengan gitarnya dan bergaya seadanya. Similar lah gayanya sama Petrucci kalo mau dibandingin. Cuman kalo Petrucci gitarnya diatas pinggang, hehe. Pinnella apalagi, Keyboard-nya juga keyboard standard dua lapis, yg membatasi gerakan keyboardis manapun. Rudes lebih asyik memang, krn faktor alatnya yg memang bisa muter2 itu... :). Rullo, dengan set drumnya yg sederhana justru tampak sibut dan atraktif menjalankan perannya (belakangan surprise saat liat mereka pamit, Rullo ini paling kecil soalnya. Tapi jangan bandingkan dengan drummer kecil jg dari band metal legenda ngetop yg udah gak ada powernya itu ya, hihihi). Lepond malah lebih enak gayanya dibanding denga Romeo, meski gak kalah sibuk. Myung kalah deh kalo soal gaya... :)


Btw, kenapa ama DT mulu ngebandinginnya? Ehm, dengan jenis musik yg similar ribetnya, is there any other? :P


Tapi itu soal gaya. Musik Sy-X di Live itu ternyata benar2 asyik. Meski sound juga gak sempurna, mengingat memang venue juga bukan biasanya untuk pertunjukan musik, tapi dari keterbatasan yg ada, lagu2 dibawakan dengan baik dan membuat kita didepan, bagaimanapun juga, tak sanggup untuk tidak jumpin dan ber headbangin!


Lagu berikutnya Masquerade dari album s/t (dan Odyssey mereka. Lagu yg sangat menantang akrobat vokal dari Allen itu, juga ditampilkan tanpa cela.


Pinnella membuka lagu ke enam dengan dentingan piano khas menuyusun intro dari Paradise Lost. Disambut oleh Allen dengan lirik dan nada yg mengharu biru itu ...
In the cold misty morning
Gleaming rays awake the dawn
Here I stand, a stranger in this land
Does your conscience betray you?

Gak pernah bosen denger lagu ini, apalagi dibawain live oleh para "pemiliknya yg berhak" spt ini. UUughh.. mengharu biru bener... Penonton pun kompak mengikuti saat memasuki chorus ...
Looking down from ethereal skies
Silent crystalline tears I cry
For all must say their last goodbye
To Paradise...

Intro khas dari petikan gitar Romeo mengawal lagu berikutnya membuat gw merinding : Inferno.
Aaargghhh ! Lompat2 !!!! Yang tinggi !!!!
Welcome to the anarchy.... !!!!!
Ah, sayang orang2 sekitar gak ada yg ikut histeris.... kalo gak bisa moshing sama2 kita, pingsan2 dah... :)
Ini lagu asli dangdut bener. Tak bisa ku menahan diri oooooh..... harus bergoyang... hahahaha....
Untungnya David udah pindah kedepan (entah kapan, jadi sekarang kita ada di row 1-2 dan tangan gw bisa nyelip ke depan megangin pagar pembatas, buat pegangan saat lompat2, hahaha... jeezz.. I did need that fence to hold on!


Lagu berikutnya Evolution, satu2nya dari album V yg dibawain malem itu.
David dengan orang2 di sebelahnya di barisan depan rajin banget ngikutin lagu ini, keknya apal bener.
Sebelah kanan ada cewek lumayan cakep , rasanya satu2nya cewek dibarisan depan, yg juga dengan lancar mengikuti lagu2 Sy-X ini. Mantabh! True Fans!
Ya udah. Karena tidak begitu kenal sama V ini, ya gw bengong aja, untung masih bisa dipake buat headbang kecil2an ...


Another signature intro dari Romeo. Intro nan ribet dari lagu Smoke and Mirror. Satu2nya lagu juga dari 1998-Twilight in Olympus.
Kembali gw mesti berpegangan pada pagar pembatas depan krn mesti headbangin. Untungnya pusing yg sempat datang krn kaget di dua lagu pertama tadi lumayan berkurang. Kita pake lupa bawa air sama sekali tadi, jadi mesti ditahan sampe akhir show. Dehidrasi dehidrasi deh. Puas banget dibagian belakang lagu yg pada bersolo itu.


Smoke and Mirror ini mengakhiri sesi pertama. Seperti biasa band pura2 pamit tak resmi.
Sesuai rencana David memulai teriak2 didepan : CURANMOR! CURANMOR!
Ternyata gak berhasil, gak pada ikutan.
Yg ada malah pada teriak2 :EMBUH! EMBUH! EMBUH!
(lho gimana sih ini... gak jelas)
Tak lama teriakannya ganti lagi : NDANG MULIH! NDANG MULIH! semacem itu lah. keknya memang banyak yg dari jawa ini penonton.


Tak lama kelima pendekar2 progmet nan FUN itu kembali memasuki panggung dan segera menggelar Revelation kembali dari Paradise Lost yg Chorusnya cachy banget itu :
Lost in the night wandering the road...
Try as I might to escape the fire, it never let's me go oh no... OH NO
I;ve got to find a way, A WAY... A WAY


Lagu ini langsung disambung dg lagu ke 11 : Eve of Seduction, sebagai lagu terakhir dari album Paradise Lost yg dibawain malem itu.
Eve of Sedcution ini, silahkan diputer ulang di player masing2 lagi... bayangkan seperti apa reaksi kita saat di row ke dua didepan panggung... dibawakan langsung oleh Romeo, Rullo, Pinnella, Lepond, dan Allen bermain dan bernyanyi disitu. Didepan situ !!!! Aaargh,,, orgasme orgasme deh situ....
LOMPAAAAAAAATT !!!!! HEADBANG!!!!!
(duh, leher gw jadi sakit nih sekarang).


Lagu terakhir atau ke 12 yg dibawakan malem itu rencananya, sesuai Set List yg berhasil diphoto sama David, posting Pid! :) - adalah Of Sins and Shadows dari The devife wings of Tragedy...
Allen meminta penonton untuk nyanyi bareng dibagian koornya, sayang nampaknya sambutan kurang meriah. Susah abisnya. Makanya bikin lirik yg gampang2 aja dong.. :)


Sesudah oSaS ini mereka pamitan beneran kedepan semua....
Penonton tentu saja bertepuk tangan dan mengeluk2kan.
Dari reaksi penonton ini kayanya kemudian mereka memutuskan membawakan satu lagi lagu. Ada sih di set list, cuman blom tentu dibawain. Di awali dengan petikan bass dari Lepond.
Lagu yg khas ini : Sea of Lies!!!
Di lagi terakhir ini Allen mengajak penonton berkomunikasi menirukan teriakan2 dia, sampe dimana dan setinggi apa kita bisa mengikuti dia.
(Ya ini akibatnya, suara gak keluar seharian).


Tepat satu setengah jam mereka menyelesaikan Sea of Lies dan pamitan. Kali ini beneran.
Semua penonton pun tertib keluar dari gedung yg mungil itu. Setelah ngganti kaos DT lalin dengan kaos Sy-X, Gw segera keluar nyari air. Duh, capek bener.
Balik bawa air buat kita bertiga, ternyata gedung udah dikosongin. Orang2 bertiket VIP masih menunggu tetntu saja diluar. Kita ngobrol2 dulu diluar.


Meet and Greed dg Sy-X berlangsung singkat saja sebenernya.
Masuk sesudah Sanz dan David, gw cuman ngulurin CD The Devine Wings gw, sama ngucapin terima kasih for the wonderful night.
Pertama Rullo. Senyum2 aja. Kedua Romeo, ya gw thanks juga. Eh, ida ngulurin tangan, hehehe.. gak ngeh kalo sebaiknya salaman, wakakak.
Ya udah habis dari situ salaman semua. Berikutnya Allen, Pinnella, dan yg paling ramah diantara semua Lepond.


What a night !!!


Gw gak tau apa yg menyebabkan gw excited banget malem itu, apakah krn berdiri hampir di front row, atau memang karena musiknya Sy-X yg memang benar2 asyi banget dibawain Live. DT itu asyik didenger, asyik dilihat dikagumi. Sy-X, dua itu juga, pake ditambah dengan segala unsur headbang dan jumping pada lagu2nya. Kumplit deh! Puazzz banget. Trus pilihan mengambil banyak lagu dari PL juga manteb bener. Lebih dari separo, 7 dari 13 lagu yg dibawain adalah dari album terakhir.


Sesudah nongkrong sebentar ngilangin aus dan capek, ngebir sebotol kecil, kita pulang ke hotel anak2, makan dulu di pinggir jalan depan hotel situ, yg DAvid udah gak sanggup lagi ngabisin karena caking capeknya, sementara SAnz malah nambah krn masih seger buger (lha iya, gw ama David headbangin di row 1-2, dia di row 4 tenang aja di kelilingi cewek2 lucu thailand, anteng bener, hehehe).


Again, what a night.


Thanks a million Symphony X for a beautiful show!!!
Thanks David ama Sanz yg udah "repot2" nonton ke Bangkok, bikin nonton konser kali ini jauuuuuh lebih berkesan.
Bahkan dibanding nonton konser DT 3x sebelumnya.
Salut you bros !!!

[Sori for symphony x lover's gambar'y ga ad]


~ Jumat, 20 Maret 2009 0 komentar

Malevolent creation in indonesia

Tahun 2008-2009 memang pantas jika didaulat sebagai tahunnya konser metal. Setidaknya setiap 2-3 bulan sekali beragam musisi metal internasional hadir mengguncang Jakarta dan setelah sukses memboyong Behemoth akhir tahun lalu. Kali ini Mighty Syndicate kembali akan membawa salah satu band metal kelas berat Malevolent Creation pada 22 Maret di Jakarta.

Dalam rangkaian Asian-Australian Tour 2009-nya Brett Hoffman CS di Jakarta rencananya akan tampil di Viky Sianipar Music Center Manggarai dan rencananya pada 21 Maret mereka juga akan main di Surabaya.

Dengan ciri khas tipikal musik death metal berbalut nuansa thrash dengan pure blasting drum, tempo lagu yang bervariasi, technical riff gitar dipadu dengan duel solo gitar maut di dalamnya kehadiran Malevolent Creation di Indonesia tentu saja akan mengingatkan kita kita kepada kejayaan musik death metal era awal tahun 90′an dan acungan jempol layak dikedepankan bagi para ‘orang tua’ ini yang umurnya sudah mendekati 50 tahunan, karena dari beragam review diluar sana mereka masih termasuk dalam salah satu band terbaik di scene death metal yang konsisten menghasilkan album-album dengan kualitas nomor wahid.

So, tunggu apalagi, cepat selamatkan tiket anda. Siapkan 175 ribu rupiah dan segeralah menuju ticket box yang tertera di poster maka anda akan bisa menyaksikan salah satu sajian terbaik persembahan dari Mighty Syndicate selaku promotor.

MALEVOLENT CREATION akan tampil di Surabaya , tanggal 21 Maret 2009 di Balai pemuda dan Jakarta pada tanggal 22 Maret 2009, di Viky Sianipar Music Center, Jakarta Selatan Tampil sebagai Supporting Act, sang maestro DeathMetal ala Florida asal Bandung, FORGOTTEN.

Harga Tiket Presale Rp. 150rb s/d tgl 16 Maret 2009. Tgl 17 Maret 2009 s/d D-Day Rp. 175rb. Tempat Terbatas.

Ticket Box : Jakarta : Undying 085782372213 / Ankringan Fatwamati 081315100072 / United Attribute 021-68683672 / Twins Music 02198355044 / Diggy Doggy 021-91350234 / Deep Rock 081616999336 / Saeed Shisa Cafe 021-92877676 / Allay Error 021-91677045


~ Kamis, 19 Maret 2009 0 komentar